Senin, 03 April 2017

Tahukah anda?


Bahwa militer amerika takut dengan kekuatan militer indonesia?.


Berikut ini adalah buktinya

Amerika memang dikenal sebaagai negara superpower alias negara adidaya di dunia. Hampir semua bidang Negeri Paman Sam ini selalu menjadi unggulan. Akan tetapi tahukah Anda bahwa Amerika ternyata segan dengan Bangsa kita Indonesia?. Amerika sangat berhati-hati dengan Indonesia, khususnya dengan militer Indonesia. Bagaimana bisa? Bukankah militer AS adalah militer terbaik di dunia?

Inilah Alasan Amerika Takut Menyerang Indonesia

Memang benar, militer AS termasuk dalam kategori militer terbaik karena didukung oleh kelengkapan militer yang canggih selain militer Inggris dan militer Israel. Ternyata kehebatan dan kekuatan militer Indonesia juga masuk ke dalam nominasi militer terbaik dunia. Hal ini membuktikan bahwa militer negara kita diperhitungkan sebagai kekuatan militer yang kuat di mata dunia. Sejak dulu, militer Indonesia memang sudah cukup populer di telinga dunia, khususnya di negara-negara adidaya. Terlebih saat Perang Dunia II meletus, dengan semangat perjuangan, militer kita beraksi menumpas penjajahan Jepang meski dengan peralatan perang yang tak secanggih militer Jepang. Kemudian saat NICA membonceng sekutu untuk merebut kembali Indonesia dari negaranya sendiri, dengan sisa-sisa semangat perjuangan 45, militer bersama-sama rakyat menggagalkan niat para penjajah ini.

Tak hanya itu saja, masih ada beberapa alasan lainnya mengapa Amerika enggan ‘menyerang’ Indonesia. Berikut informasinya yang pasti akan membuat Anda rakyat Indonesia bangga dengan Tanah Air ini:

Tanaman beracun dari indonesia

Indonesia ternyata juga punya beberapa spesies tanaman 'seram' yang dalam dosis berlebih bisa membunuh. Bahkan satu diantaranya yakni, racun Ricin, pernah digunakan untuk percobaan pembunuhan Presiden Barack Obama.

Dari banyak jenis tanaman beracun yang tumbuh di Indonesia, kita akan membahas 8 jenis tanaman yang paling beracun.

    Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis)  

    Jarak  Kepyar (Ricinus communis)
    Daun dan getah jarak banyak digunakan untuk pengobatan tradisional, tapi siapa sangka biji jarak adalah pembunuh yang mematikan. Memakan dua biji jarak sudah cukup menamatkan riwayat kita selamanya. 

    Pada April 2013, Gedung Putih dihebohkan dengan sebuah surat yang ditujukan untuk Presiden AS, Barack Obama, dalam surat tersebut terlampir racun Ricin.

    Ricin, merupakan senyawa sampingan yang dihasilkan dari pengolahan biji tanaman jarak. Senyawa ini dapat mengakibatkan orang tewas karena menyebabkan gangguan sistem peredaran darah dan pernafasan. Senyawa ini mampu menggumpalkan darah dalam tubuh. Saat ricin masuk dalam tubuh, satu molekul ricin akan membunuh satu sel. Jika senyawa ini terhirup, disuntikkan atau tertelan, kurang dari titik kecil ricin dapat membunuh seseorang dalam waktu 36-48 jam. 


    Jarak Pagar (Jatropha curcas)
    Para ahli medis mengatakan, ricin merupakan pembunuh ganas sekuat virus anthrax. Dan, bahayanya lagi, sampai saat ini belum ditemukan penawarnya.

    Jarak Pagar (Jatropha curcas) juga tak kalah beracun. Ia memiliki kandungan racun yang disebut senyawa curcin. Sebuah penelitian komparasi (perbandingan) efektivitas racun antara Ricinus communis dengan Jatropha curcas  dengan cara memberi makan biji keduanya pada ayam,  menunjukkan ayam yang memakan biji Ricinus communis dan Jatropha curcas mati, namun reaksi racun Ricinus communis lebih cepat. 


    Ubi RacunSingkong Karet (Manihot glaziovii)

    Kini tengah digalakkan program singkong masuk hotel oleh Pemerintah sebagai program deversifikasi pangan. Lalu kalau benar singkong beracun, kok berani-beraninya masuk hotel segala?


    Singkong atau ubi memang mengandung racun, namun kadarnya berbeda bergantung varietasnya. Singkong pahit,  Manihot glaziovii (dikenal sebagai ubi racun atau singkong karet) kadar racunnya jauh lebih tinggi dibanding singkong manis,  Manihot utilissima (singkong yang kita konsumsi sehari-hari).  Racun biasanya terkonsentrasi di daun dan umbi singkong, diketahui sebagai senyawa cyanogenik glycoside; linamarin dan lotaustralin yang oleh enzim dapat menghasilkan asam sianida.


    Kambing yang sekarat akibat memakan daun ubi racun
    Sianida dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin dan sulit terditeksi, ia tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna. Satu-satunya indikator untuk mengetahui sianida ada pada singkong adalah warna kebiruan yang muncul pada umbi bila lama terpapar udara. Kambing yang memakan beberapa lembar daun ubi racun dipastikan akan tewas tidak lama kemudian.   


    Racun sianida akan jauh berkurang bila dipanaskan. Banyak korban keracunan akibat salah dalam pengolahan singkong karena memasak umbi atau daun tidak sempurna. Jadi, jangan pernah memakan daun atau umbi singkong dalam keadaan mentah atau setengah matang.

         

    Kecubung (Datura Metel)

    Kecubung yang berada di Indonesia adalah jenis Datura Metel, masih satu keluarga dengan Bunga Lonceng. kecubung ini mengandung beberapa senyawa kimia yang berkhasiat menyembuhkan. Kandungan ini membuat kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit seperti asma, reumatik, sakit pinggang, pegel linu, bisul maupun eksim, sakit gigi, ketombe, hingga nyeri haid. Bagian yang paling sering dipakai sebagai obat herbal adalah daun kecubung.

    Namun kecubung juga mengandung racun berupa zat alkaloid yang mempunyai efek halusinogen terutama pada bagian bijinya. Efek yang ditimbulkan bila kecubung yang dikonsumsi melebihi takaran antara lain mual, muntah, sesak nafas, rasa gelisah, nadi berdenyut cepat, kulit wajah dan tubuh berubah menjadi merah, pusing, mulut terasa kaku, halusinasi hingga akhirnya berujung pada kematian. Dalam beberapa kasus ditemukan penggunaan racun biji kecubung untuk bunuh diri.

    Gympie-Gympie (Dendrocnide moroides) 

    Namanya terdengar imut-imut, tapi ternyata racunnya amit-amit.Orang luar negeri sering menyebutnya sebagai tanaman penyengat karena bila kulit tersentuh daun gympie-gympie sedikit saja, rasanya seperti disengat oleh panas luar biasa dan tidak akan hilang hingga berbulan-bulan. Tanaman ini memiliki track record pernah membunuh hewan dan manusia. Biasanya tumbuh di hutan timur laut Australia dan Hutan Maluku, Indonesia. Saking kuat racunnya, daun gympie-gympie yang telah kering beratus tahunpun masih mengandung racun moroidin (racun yang terdapat di bulu tanaman gympie-gympie).

    Bila anda masuk hutan dan melihat tanaman ini, segeralah menjauh. Berada di dekat pohon gympie-gympie juga beresiko terkena racunnya. Dengan efek racun yang begitu dashsyat, tentara Inggris diduga pernah tertarik pada Gympie-Gympie dan berniat menjadikannya senjata biologis pada akhir 1960.


    Pohon Upas (Antiaris toxicaria)

    "Serombongan pengembara berteduh di bawah pohon di sebuah tanah lapang. Semenit kemudian seorang jatuh dan mati tanpa sebab. Yang lain lari tunggang-langgang sebelum akhirnya satu persatu juga jatuh dan mati. Mereka tidak tahu pohon itu adalah pohon upas." Cerita horor tersebut dicatat oleh Friar Odoric (1286-1331), misionaris Italia yang mengunjungi Nusantara abad ke-14. 

    Pohon Upas begitu legendaris pada masa penjajahan VOC di Nusantara, bahkan selama berabad-abad jadi momok menakutkan tentara VOC menghadapi perlawanan rakyat yang memakai racun upas sebagai senjata. Sampai pada akhirnya Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles (1781-1826) mengutus Thomas Horsfield (1773-1859), naturalis asal Amerika Serikat, untuk mempelajari racun pohon tersebut.

    Ilustrasi "Pohon upas, pohon beracun dari Jawa", 1845 (www.historia.co.id)
    Hasilnya, pohon upas memang mematikan, tapi hanya lendir getahnya. Efek racun pohon upas itu cukup mengejutkan kala diujicobakan kepada seekor ayam dan anjing, yang pertama langsung mati kurang dari dua menit dan yang satunya dalam sekitar delapan menit. Dalam laporannya pada 1812, Horsfield mengutarakan bahwa penduduk lokal sudah menyadari khasiat racun pohon upas untuk keperluan membunuh lawan-lawannya. Sekali terkena getah racunnya, orang tersebut akan kejang-kejang lalu mati.

    Sampai sekarang, pohon upas masih dapat ditemukan di Indonesia. Di Jawa, ia lebih dikenal sebagai pohon ancar, yang akhirnya menjadi nama ilmiah untuk pohon ini, Antiaris toxicaria.

    EFEK SAMPING & CIRI – CIRI PECANDU NARKOBA EFEK SAMPING & CIRI – CIRI PECANDU NARKOBA

    Efek narkotika tergantung kepada dosis pemakaian, cara pemakaian, pemakaian sebelumnya dan harapan pengguna. Selain kegunaan medis untuk mengobati nyeri, batuk dan diare akut, narkotika menghasilkan perasaan “lebih membaik” yang dikenal dengan eforia dengan mengurangi tekanan psikis. Efek ini dapat mengakibatkan ketergantungan. tanda tanda fisik, dapat dilihat dari tanda – tanda fisik si pengguna, seperti :
    1. mata merah
    2. mulut kering
    3. bibir bewarna kecoklatan
    4. perilakunya tidak wajar
    5. bicaranya kacau
    6. daya ingatannya menurun
    Ada pun tanda – tanda dini anak yang telah menggunakan narkotik dapat dilihat dari beberapa hal antara lain :
    1. anak menjadi pemurung dan penyendiri
    2. wajah anak pucat dan kuyu
    3. terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak
    4. matanya berair dan tangannya gemetar
    5. nafasnya tersengal dan susuh tidur
    6. badannya lesu dan selalu gelisah
    7. anak menjadi mudah tersinggung, marah, suka menantang orang tua
    Lalu bagaimana mengetahui bahwa anggota keluarga jadi pecandu obat terlarang itu? Mardan Sadzali memberikan ciri-ciri yang mudah diketahui pada pecandu narkoba.
    • Pecandu daun ganja : Cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata mengattup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.
    • Pecandu putauw : Sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu serta selalu apatis terhadap lawan jenis.
    • Pecandu inex atau ekstasi : Suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar musik house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka keringatan, sering minder setelah pengaruh inex hilang.
    • Pecandu sabu-sabu : gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitive.
    Pesan Admin
    Silahkan tinggalkan komentar, pertanyaan, pendapat, atau curahan hati. Kami akan berusaha untuk menanggapi setiap komentar yang ada. Partisipasi Anda akan sangat berarti bagi kelangsungan dan pengembangan blog ini. Terima kasih.

    Strategi AS Tangani Asteroid Pemusnah Kehidupan di Bumi

    Pemerintah Amerika Serikat merilis strategi untuk menangani asteroid yang bisa mematikan kehidupan manusia. Rencana itu tertuang dalam dokumen berjudul National Near-Earth Object Preparedness Strategy. 

    Berdasarkan informasi yang dikutip dari Tempo.co, Minggu (8/1/2017), kajian tersebut dikembangkan oleh Interagency Working Group for Detecting and Mitigating the Impact of Earth-bound Near-Earth Objects (DAMIEN) yang dipublikasikan oleh Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Amerika Serikat.

    Dokumen tersebut memuat kesiapan Amerika Serikat mengatasi bahaya asteroid dari dekat bumi atau near-Earth object (NEO). Tujuannya untuk meningkatkan integrasi aset nasional dan internasional yang ada dan menambahkan kemampuan penting yang saat ini kurang.
    Sebab, sebelumnya Amerika tidak memiliki peringatan saat ada meteor melintas di kawasan Chelyabinsk, Rusia, pada 2013, yang melukai lebih dari 1.000 orang. Kesiapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat itu untuk mengantisipasi asteroid atau komet yang memiliki orbit yang membawa mereka dekat atau ke orbit bumi.

    "Asteroid tersebut bisa melintas beberapa meter dalam ukuran hingga beberapa kilometer lebarnya. Seperti yang diperkirakan telah memusnahkan dinosaurus," tulis dokumen tersebut seperti dikutip dari Science Alert, Jumat (6/1).

    Planetary Society telah menemukan sekitar 60% dari NEO diperkirakan lebarnya lebih besar dari 1,5 kilometer. Di samping itu, mereka juga menemukan sekitar lima asteroid baru dari semua jenis asteroid setiap malam.

    Strategi baru untuk mengantisipasi datangnya asteroid tersebut dibangun oleh NASA yang sudah mendeteksi dan mempelajari NEO. Namun NASA kemudian mengambil langkah-langkah ke tingkat berikutnya untuk memastikan objek yang terlihat.

    Selain itu memberikan beberapa wawasan ke dalam apa yang perlu dilakukan jika mengidentifikasi asteroid berada pada jalur tabrakan dengan planet bumi.

    Strategi tersebut telah dipecah menjadi tujuh tujuan utama. Pertama, meningkatkan deteksi NEO, kemampuan pelacakan, dan karakterisasi. Langkah itu melibatkan investasi dalam teknologi yang akan membantu untuk melacak dan mempelajari NEO, seperti Minor Planet Centre, dan sistem peringatan NASA baru awal, Scout.

    • Kedua, mengembangkan metode untuk melihat perubahan bentuk (defleksi) NEO dan gangguannya. Langkah tersebut meliputi pengembangan kemampuan untuk respons yang cepat, serta mencari tahu bagaimana cara membelokkan atau mengganggu jalur asteroid yang masuk.

    • Ketiga, yaitu meningkatkan modeling, prediksi, dan integrasi informasi. Langkahnya adalah dengan mencari tahu bagaimana model lintasan dari NEO dan mengurangi ketidakpastian. Namun, tujuan utamanya adalah untuk mengetahui dengan pasti sesuatu benda yang akan menghantam dan seberapa buruk dampak yang akan terjadi.

    • Keempat, adalah mengembangkan prosedur darurat untuk skenario dampak NEO. Tujuannya adalah untuk menempatkan prosedur dan cara penanganan setelah mendeteksi NEO pada jalur tabrakan.

    • Kelima, adalah membangun respons dampak NEO dan prosedur pemulihannya. Misalnya NEO akan menyerang di laut dalam, pada wilayah pesisir, atau di kota. Langkah itu penting untuk menyiapkan protokol untuk setiap skenario yang mungkin akan menjadi kunci untuk pemulihan.

    • Keenam, mendukung kerja sama internasional. Langkah tersebut adalah strategi yang berkaitan dengan bagaimana Amerika Serikat dan NASA akan bekerja dengan pemerintah negara lain untuk merencanakan, memantau, dan mempersiapkan diri akan datangnya NEO.

    • Ketujuh, adalah membangun koordinasi dan komunikasi protokol dan batas untuk mengambil tindakan. Koordinasi penting untuk menyiapkan kapan dan bagaimana berita soal NEO disampaikan ke media dan publik.

    Protokol tersebut juga akan membantu Amerika Serikat memutuskan apakah mereka harus berusaha membelokkan atau mencegah asteroid atau mempersiapkan diri untuk mengatasi dampak yang terjadi. Protokol juga akan menguraikan apa yang terjadi ketika dampak diproyeksikan jatuh di luar wilayah AS.

    Namun, dokumen strategi tersebut tidak akan cukup untuk menyelamatkan dari masuknya NEO. Masalah sebenarnya adalah bahwa masih tidak bisa mendeteksi asteroid dengan cukup dini. Selain itu tidak memiliki cukup pilihan tentang bagaimana penanganan saat melihat NEO.









    http://industri.bisnis.com/read/20170108/84/617529/begini-strategi-as-tangani-asteroid-pemusnah-kehidupan-di-bumi

    Senin, 30 Januari 2017

    Inilah Alat Pendingin Alami Yang Sudah Ada Sejak Dulu Yang Kini Mulai Dibutuhkan Kembali

     
    Albert Einstein                 Teknologi kuno apapun itu, kini mulai ditinggalkan bahkan dilupakan. Padahal, selama tak merusak lngkungan dan alami maka teknologi itu pastinya ramah lingkungan.
    Termasuk cara pengawetan pangan dengan penciptaan alat yang dapat menurunkan suhu menjadi rendah secara alamiah, tanpa listrik dan tanpa freon.
    Konsep kuno dan nyaris dilupakan ini, kini menjadi trand kembali. Beberapa konsep cara mendinginkan pangan dengan menurunkan suhu ruangan diantaranya adalah:

    Alat Pendingin “Coolgardie safe”

    Kulkas ini awalnya populer di Australia dengan nama Coolgardie safe.  Kulkas alami tanpa listrik ini, berasal dari kota Coolgardie di Australia. Ada sumber yang menyebutkan bahwa teknologi ini sudah ada sejak lama dan lazim digunakan pada zaman ‘demam emas’ dan wild west, sebagai cara mendinginkan makanan dan minuman tanpa listrik pada masa lalu.
    kulkas tanpa listrik dan freon iceless-fridgeCara membuat coolgardie safe sangat sederhana yaitu hanya membutuhkan kawat atau kayu atau bambu dan karung goni serta ember atau alat tampung air lainnya.
    Caranya diawali dengan membuat rangka lemari dari kawat kemudian ditutupi karung goni yang menghubungkan ke ember berisi air sehingga dapat menyerap air. Jadi, ujung karung ini harus tercelup ke dalam air.
    Maka karung goni ini lama-kelamaan akan basah dan akan menyerap udara panas yang dikeluarkan sayuran dengan konsep Evaporative Cooling atau mendinginkan dengan cara penguapan air, sehingga sayuran mampu bertahan hingga 1 minggu.
    Langkah terakhir adalah menaruh coolgardie safe ditempat yang berangin. Angin akan membantu proses penguapan yang menyebabkan isi dari kulkas ini mengalami penurunan suhu dan menjadi dingin.

    Alat Pendingin “Metode Pot in Pot”

    Ada lagi teknologi kuno untuk mengawetkan pangan dengan menggunakan pasir juga. Disebut Pot in Pot atau “pot di dalam pot” yaitu dengan menggunakan pasir yang dimasukkan diantara kedua pot yang ditumpuk dan pernah dikembangkan di beberapa negara pada masa lalu.
    Alat ini sangat sederhana bahkan anda sendiri bisa membuatnya di rumah. Bahan yang dibutuhkan antara lain Dua Buah pot, satu berukuran besar dan satu berukuran kecil, pasir, kain dan air.
    kulkas Pot_in_pot_cooler
    Kulkas Pasir “Pot in Pot”
    Masukan pot yang berukuran kecil kedalam pot yang berukuran besar, isi bagian antara pot kecil dan pot besar dengan pasir kemudian basahi dengan air. Tutup pot kecil dengan kain basah.
    Prinsip kerja dari Kulkas Pasir Pot in Pot adalah sama juga seperti pada masa lalu yang tak memiliki listrik, yaitu konsep Evaporative Cooling atau pendinginan melalui penguapan.
    Cara kerja kulkas ini adalah dengan memanfaatkan proses penguapan untuk mengambil panas dalam pot kecil sehingga temperaturnya menjadi lebih rendah.Pembutan Kulkas Pasir sangat simpel, dengan mengisi pot besar atau guci dengan pasir setinggi 3 cm.
    Kemudian masukan pot kecil ke dalam pot yang telah diberi pasir dan padatkan pasir di sela-sela pot besar dan kecil itu. Panas dari luar pot akan menyebabkan air dalam sela-sela pasir menguap dan mengalir ke luar melalui pori-pori pot besar dan bersirkulasi dengan udara kering disekelilingnya. Pot akan mengeluarkan panas dan menurunkan suhu mencapai 15 derajat Celcius di dalam pot kecil.
    Metode atau konsep pendinginan ala Pot in Pot ini sebenarnya sudah ada sejak zaman kuno, namun pertama kali diperkenalkan kembali oleh Mohammad Bah Abba dari Nigeria pada tahun 1990-an. Bah Abba mengembangkan sistem pendingin ini yang terdiri dari pot gerabah kecil ditempatkan di dalam yang lebih besar, dan ruang antara dua diisi dengan pasir.
    Pot in Pot Mohammad Bah Abba, Nigeria
    Mohammad Bah Abba, dari Nigeria, penemu kondep “Pot in Pot”
    Lalu pasir diantara kedua pot disiram air hingga lembab. Kemudian gerabah yang berada dibagian paling dalam layaknya sebagai kulkas dan dapat diisi buah, sayuran atau minuman ringan.
    Setelah itu pada bagian atas ditutupi dengan kain basah, kemudian barulah paling atasnya, ditutup dengan penutup gerabah.
    Letakkan kulkas pot dari gerabah ini pada tempat yang teduh atau di dalam rumah. Untuk hasil terbaik pastikan kulkas berada ditempat yang berangin.
    Tunggulah sehari. Pastikan juga bahwa pasir jangan sampai kering, agar pasir selalu lembab siram pasir dengan air secara berkala.
    Metode Evaporative Cooling ini efektif untuk daerah kering. Di Nigeria utara, pot gerabah telah digunakan sejak zaman kuno sebagai memasak dan penyimpanan air di kapal, di dalam peti mati atau lemari bahkan di dalam bank. Alat ini telah dipakai secara luas di Afrika sebagai teknik pengawetan makanan yang murah dan sederhana.
    Profil Bah Abba dimuat di laman situs rolexawards.com. Abba lahir pada tahun 1964 dalam sebuah keluarga pembuat pot. Sejak sejak kecil Bah Abba sudah akrab dengan berbagai pot tanah liat tradisional dan belajar tentang dasar-dasar tembikar
    Bukti konsep ‘Evaporative Cooling’ digunakan sejak ribuan tahun lalu
    Ada beberapa bukti bahwa konsep Evaporative Cooling digunakan pada zaman Kerajaan Lama Mesir, sekitar 2500 SM. Terdapat lukisan dinding yang menggambarkan budak mengipasi botol air, yang akan meningkatkan aliran udara di sekitar guci berpori dan membantu penguapan dan pendinginan.
    Bahkan dari peradaban sekitar 3.000 SM, sitemukan banyak pot gerabah di Lembah Indus yang diduga digunakan untuk menyimpan dan mendinginkan air yang sama untuk sebuah sajian pada Hari Ghara atau Matki yang digunakan di India dan Pakistan.
    Jika di Indonesia sudah terkenal olah anda pastinya, yaitu apa yang sering kita sebut sebagai ‘kendi‘ yang pada masa kuno berguna untuk menyimpan air minum agar menyadi lebih dingin.
    evaporative-cooling
    Evaporative cooling reduces air temperature and adds moisture through the evaporation of water. This technique dates back at least to ancient Egypt, where people would hang wet mats over their doorways and slaves would fan clay jars filled with water. Similarly, Native Americans dug water trenches beneath their huts, while settlers in the American West kept cool during hot nights by hanging wet sheets on their sleeping porches. In 19th-century New England, evaporative cooling was used to temper the blazing heat inside textile mills. Some modern air conditioning systems, often known as swamp coolers, still rely on this ancient method.
    Sementara di Spanyol populer disebut botijos, yaitu wadah tanah liat berpori yang juga mirip kendi, yang digunakan untuk menjaga serta mendinginkan air dan telah digunakan selama berabad-abad.